Memuat...

Kelebihan Manusia dan Cobaannya

Allah Swt mencipatakan hamba-Nya dengan berbagai kelebihan menurut al-Qur'an:
1.Diciptakan dalam bentuk yang terbaik (Qs. at-Tin[95]:4; al-Mursalat[77]:23
2.Manusia di ciptakan Allah Swt tidaklah sia-sia (Qs. al-Qiyamah[75]:36)
3. Fitrah beragama Tauhid (Qs. ar-rum[30]:30)
4. Gerak-geriknya di catat Malaikat (Qs. Qaf[50]:16,22)
5. Sgala sesuatu tidak dibebani sesuai dengan kmampuannya (Qs.al-Baqarah[2]:233,286 ;al-Mu'minuun[23]:62
6. Di beri petunjuk pada jalan yang baik dan buruk (Qs.al-Balad[ 90]:10 ;asy-Syam [91]:8)
7. Diberi kelapangan sesudah kesempitan&sesudah ksulitan ada klapangan (Qs. al-Thalaq[65]:7 ; al-Insyirah[94]:5-6)
8. Di beri Nikmat (Qs. Ibrahim[14]:32-34 ; an-Nahl[16]:10,14)
9. Di Muliakan dan di Istimewakan (Qs.al-Isra[17]:70)
10. Disediakan sumber khidupan (Qs. al-a'raf[7]:10)
11. Dilindungi dari tipu daya syaitan (Qs. al-Isra[17]:65)
12. Dijaga dan diawasi Allah Swt (Qs. an-Nisa[4]:1 ; Yunus[10]:61 ; ar-Ra'd[13]:1)
13. Dibaguskan rupanya dan diberi rezeki oleh Allah Swt (Qs. al-Mu'min[40]: 64)
14. Diciptakan Allah Swt dengan melalui perhitungan yang matang (Qs. Thaha[20]:122)
15. Mendapat anugrah berupa wawasan moral (Qs. asy-Syam[91]:7-8)
16. Mendapatkan kemampuan yang paling tinggi untuk mendapatkan ilmu pengetahuan (Qs. al-Baqarah[2]:31-33)

COBAAN YANG DIBERIKAN KEPADA MANUSIA

Dalam Kitab "Risalah Qusyairiyah" karya Imam al-Qusyairi al-Kattani pernah berkata: "Dunia diciptakan agar manusia menerima cobaan dan akhirat diciptakan agar manusia bertaqwa ."
Cobaan tersebut diantaranya:
1. Dicoba dengan kelaparan,ketakutan dan jiwanya (Qs. al-baqarah[2]:155-157)
2. Dicoba dengan kemiskinan dan kekayaan (Qs. al-Fajr[89]:15-16)
3. Dicoba dengan harta dan anaknya (Qs.al-Anfal[8]:28)
4. Dicoba dengan harta dan dirinya (Qs.al-Imran[3]:186)
5. Dicoba dengan bencana yang menimpa (Qs. al-hadid[57]: 22-24)
6. Dicoba dengan malapetaka,kesengsaraan,digoncangkan(dengan berbagai cobaan)(Qs.al-Baqarah[2]:214)
7. Cobaan Bencana (Qs. an-Nisa[4]:78 ; Yunus[10]:49)
8. Musibah (Qs. asy-Syura[42]:30-36)
9. Hidup penuh perjuangan (Qs. al-Mu'min[40]:4)

Syirik

PENGERTIAN:
Syirik berasal dari akar kata syaraka-yasyraku-syirkan-syarikun, yang artinya: mencampur. Kemudian mendapat awalan alif menjadi asyraka-yusyriku-syirkan-musyrikun, artinya mencampurkan atau menyekutukan, campur aduk tidak karuan, berserikat dan lain-lain.

Kesyirikan adalah menyetarakan selain Allah terhadap Allah pada hal-hal yang merupakan kekhususan Allah.( An-Nashihah, Volume 11 Th.1/1427H. /2006 M. hal. 33)

DASAR:
1. Allah Ta'ala berfirman:
"Demi Allah: sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata, 98. Karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam". (Qs. Asy-Syu'ara[26]:97-98)

Segala puji bagi Allah yang Telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka. (Qs. Al-An'am[6]:1).

Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain). (Qs. Yusuf[12]:106).

2. Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam:
Dari 'Abdullah bin Mas'ud ra, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu 'alahi wa Sallam ditanya, "Dosa apakah yang paling besar?" Beliau menjawab, "Engkau membuat tandingan bagi Allah padahal Dialah yang menciptakanmu." (HR. Bukhari: 4477, 4761, 6001, 6911, 75202, 7532 Muslim:86 Abu Daud: 2310 at-Tirmidzi: 3195-3196 dan An-Nasa'i: 7/89-90)

3. Pendapat 'Ulama:
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, "Pokok kesyirikan adalah engkau menyetarakan/menyamakan Allah dengan makhluk-makhluk-Nya pada sebagian hal yang hanya Allah semata yang berhak terhadap-Nya."

Berdasarkan keterangan diatas, maka harus diingat oleh setiap muslim bahwa "Menyetarakan selain Allah terhadap Allah pada hal-hal yang merupakan kekhususan Allah adalah perbuatan kesyirikan".

Siapa yang menyakini bahwa ada pencipta selain Allah, atau ada yang menghidupkan dan mematikan selain Allah, maka ia telah membatalkan tauhidnya dan telah melakukan kesyirikan dalam Rububiyah. Karena penciptaan, menghidupkan dan mematikan adalah semata-mata kekhususan bagi-Nya. Tauhid Rububiyah adalah meyakini dan mengimani bahwa Allah satu-satunya Yang Bersendirian dalam segala perbuatan-Nya, seperti Dialah satu-satunya Yang Maha Pencipta, Yang Maha Memberi rizki, Yang Maha Menghidupkan dan seterusnya.

Dan barangsiapa yang memalingkan suatu ibadah kepada selain Allah maka ia telah berbuat kesyirikan dalam Uluhiyah-Nya, sebab seluruh ibadah hanya milik Allah semata, tiada serikat bagi-Nya. Tauhid Uluhiyah adalah menunggalkan/meng-esakan Allah dalam segala bentuk ibadah, seperti do'a, nadzar, berkurban, tawakal, berharap, shalat, puasa, zakat, haji dan lain-lainnya.

Demikian pula siapa yang menggunakan nama Allah, Ar-Rahman, Al-Ghaffar…, maka ia telah berbuat kesyirikan kepada Allah, karena nama-nama tersebut adalah khusus hanya untuk Allah. Tauhid Asma wa shifat adalah menyakini dan mengimani segala nama dan sifat Allah yang ditetapkan dalam al-Qur'an dan As-Sunnah, tanpa ada pemalingan makna, perubahan, penyerupaan dengan makhluk atau meniadakannya.

SEBAB MUNCULNYA SYIRIK
Dalam al-Qur'an, perbuatan syirik dan kekufuran selalu dikaitkan dengan thaghut. Jadi penyebab munculnya syirIk adalah thaghut.

Pengertian Thaghut:
a. Secara Bahasa berasal dari kata thagha, artinya melampaui batas.
Sebagimana firman-Nya: "Sesungguhnya kami, tatkala air Telah naik (sampai ke gunung) kami bawa (nenek moyang) kamu, ke dalam bahtera", (Qs.al-Haqqah[69]:11).

b. Pendapat 'Ulama'
1. 'Umar bin Khatthab Ra "Thaghut adalah syaithan"
2. Jabir Ra "Thaghut adalah dukun-dukun tempatnya syaithan"
3. Imam Malik Ra "Thaghut adalah Segala sesuatu yang disembah selain Allah"
4. Ibnu Taimiyah ra "Thaghut adalah Segala sesuatu yang diibadati selain Allah"
5. Ibnu Qayyim ra "Thaghut adalahSegala sesuatu yang yang oleh seorang hamba dilampaui batasnya, baik berupa sembahan, sesuatu yang diikuti, atau sesuatu yang ditaati".